Rencana dan Harapan Buat Tahun Depan
Rencana & Harapan Buat Tahun Depan.. Apa Aja Ya..??!
Tidak terasa bulan Desember tiba, tandanya masa Advent pun tiba dan tahun baru bagi umat Katholik tiba bersamaan dengan mulainya masa Advent ini. Kita memasuki tahun B sekarang.
Lilin Adven satu-persatu dinyalakan setiap minggunya. Sebentar lagi Natal juga akan tiba. Nuansa, dekorasi dan lagu-lagu Natal pun mulai marak terdengar dimana-mana. Natal datang ditemani oleh tahun baru setelahnya. Dua event ini dirayakan sangat istimewa oleh seluruh dunia. Mengapa? Apa istimewanya sih??
Apa yang istimewa bagi anda di event ini..?? Pohon Natal? Pesta? Hadiah? Kumpul keluarga? Refleksi perjalanan hidup dan target dari sepanjang tahun ini? Atau mulai mengumpulkan list harapan-harapan dan target baru buat tahun depan dengan semangat yang baru? Atau..menjalani hidup biasa-biasa saja seperti hari-hari biasanya dengan penuh kepasrahan?
Mari kita tanya Tuhan, apa sih makna Natal bagi Tuhan? Untuk apa sih, Yesus mau datang ke dunia? Ah, anak kecil aja tau jawabannya: untuk menebus dosa umat manusia. Lalu kalau sudah ditebus untuk apa? Apakah hanya untuk kebaikan Allah saja? Tentu saja tidak, Tuhan mau datang ke dunia bukan hanya untuk kebaikan bagi Allah saja, namun yang terpenting, Allah rindu manusia memiliki hidup dan hidup yang penuh dengan kelimpahan! (Yoh 10:10b)
Marilah bersama-sama kita mengingat sejenak bagaimana Yesus datang ke dunia. Beribu tahun lamanya sebelum Yesus lahir, Allah selalu berusaha mendamaikan umat kesayangannya melalui para nabiNya. Sebutlah nama-nama nabi yang saudara kenal sebelum Yesus lahir. Semuanya berusaha membawa perdamaian antara Allah dan manusia. Namun usaha ini kelihatannya tidak maksimal, sehingga Allah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Maka lahirlah Yesus. Melalui bunda Maria, Yesus dilahirkan meskipun tak ada tempat bagiNya, sehingga DIA yang Raja di atas segala raja mau lahir di kandang domba yang bau dan kotor, ditemani malam yang dingin. Lalu para malaikat berbagi sukacita Surga kepada para gembala. Ya, para gembala; pribadi yang sangat sederhana dan lugu yang memperoleh tempat pertama mengetahui kelahiran Juru Selamatnya. Yesus datang dengan rencana-rencana pendamaian yang sempurna. Bukan untuk diriNya sendiri tapi untuk kita semua. Untuk anda dan untuk saya. Itulah rencana Tuhan ketika “tahun baru” datang dalam hidupNya.
Sekarang, apa rencana kita untuk tahun mendatang? Apakah list yang saudara buat adalah list yang kebanyakan orang membuatnya, seperti: hidup lebih baik dari tahun sebelumnya, pekerjaan lebih baik, punya pacar, punya mobil, punya rumah, target harus menikah tahun depan! (nah loh!!), lulus kuliah, banyak uang, lebih kerja keras, lebih cantik, lebih langsing, dll. yang serupa dengan itu? Rencana-rencana itu terlihat cukup baik dan tidak ada yang salah kok. Lalu untuk apakah semua rencana itu setelahnya? Apakah hanya untuk memuaskan ego kita saja? Adakah dari rencana-rencana yang kita buat bertujuan untuk kebaikan Allah juga? Allah punya rancangan istimewa dalam setiap hidup kita, yaitu rancangan damai sejahtera bagi masa depan kita yang penuh harapan (Yer 29:11). Kalau Allah di dalam diri Yesus datang ke dunia dengan rencana-rencanaNya bagi kita, kenapa kita tidak mencoba untuk memasukkan rencana-rencana kita bagi Allah? Bukankah saat ini hidup kita adalah milik Tuhan, sehingga Kristus yang hidup di dalam kita? (Gal 2:20) Dan Tuhan menjanjikan dalam firmanNya bahwa DIA akan MEMENUHI SEGALA KEPERLUANKU menurut kekayaanNya dan kemuliaanNya (Fil 4:19). Jadi mari kita menyusun ulang daftar rencana dan harapan-harapan kita, bukan hanya untuk memuaskan keinginan kita sendiri tapi juga untuk membuat nyata rencana Tuhan Yesus atas hidup kita.
Mari kita masukkan rencana pendamaian Allah ke dalam daftar rencana kita, dimulai dengan rencana pendamaianku dengan diriku sendiri. Sebagai contoh, mungkin seringkali kita merasa tidak cantik, tidak menawan, terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu bodoh, terlalu kuper, dll. Nah, mulailah dengan: aku mau lebih bersyukur karena meskipun aku tidak cantik dan tidak menawan, aku masih punya panca indera yang lengkap, bersyukur dengan badan yang cukup gemuk aku tidak mudah sakit, bersyukur karena aku merasa begitu bodoh, sehingga teman-teman jadi memperhatikanku meskipun beberapa diantaranya meledekku, dll. Lalu kita dapat melanjutkan dengan rencana pendamaian selanjutnya, mungkin dengan saudara, orang tua, teman, boss di kantor? Mulailah dengan: aku akan lebih bersabar mendengar cerewetnya mama, karena itulah tanda cintanya bagiku. Aku mau datang lebih awal ketika aku latihan untuk tugas dalam persekutuan doa, supaya teman-teman yang lain tidak pulang kemalaman karena keterlambatanku. Aku mau lebih tertib lagi di kantor supaya boss ga marah-marah terus karena kelalaianku. Aku mau belajar lebih tegas supaya papa ga marah-marah terus karena aku plin-plan, dll.nya. Rencana selanjutnya, apa yang saudara dapat berikan bagi Yesus? Kalau Yesus sudah berikan hidupNya bagi kita, apa yang saudara mau lakukan bagi Dia? Mungkin saudara bisa mulai dengan: aku akan datang ke Misa setiap minggu, ga absent selama 1 tahun dan akan ke PD (Persekutuan Doa) setiap minggunya. Aku mau baca Alkitab setahun penuh sesuai dengan kalender Liturgi. Aku mau bergabung menjadi team dan melayani di PD. Menyisihkan uang gajiku setiap bulannya untuk persembahan, dll.nya.
Nah, bagaimana dengan rencana-rencana mau punya ini-itu? Masa tidak boleh? Tentu saja boleh, namun bawalah Tuhan senantiasa dalam segala perencanaan kita. Bawalah dan libatkanlah Tuhan dalam doa kita untuk segala rencana-rencana kita (Yak 4:13-17). Bila Tuhan menghendakiNya dan dengan apa yang kita minta bisa menjadi berkat bagi sesama, lalu nama Tuhan semakin dimuliakan dengan apa yang kita minta, maka percayalah kita akan menerimanya.
Sekitar 6 tahun lalu, awal pelayanan saya sebagai full-timer; Tuhan memberikan pinjaman mobil milik teman saya untuk bisa saya pakai melayani kemana-mana. Seiring dengan perkembangan pelayanan saya yang semakin jauh, saya berdoa minta mobil pribadi sama Tuhan. Sungkan terlalu lama pinjam mobil orang lain. Dalam doa saya, saya rindu mobil itu bisa menjadi berkat bagi saya dan bagi banyak orang. Beberapa bulan dari itu saya memperoleh mobil baru, gratis dan pada STNK-nya atas nama saya sendiri. Tuhan menggerakkan seseorang bagi saya untuk membelikan saya sebuah mobil baru! Sampai saat ini, meskipun saya sudah di Australia, mobil itu tetap menjadi berkat untuk membawa teman-teman team pelayanan PD di suatu kampus di Jakarta, bila mereka membutuhkannya. Indah rencana Tuhan, bukan..??
Saudara terkasih, Natal sudah di depan mata. Kita akan mengenang kedatangan Yesus dalam bayi mungil. Mari kita siapkan hati, buka jalan bagi kasih dan terangNya. Ubah hati kita bersama seperti hati para gembala yang mendapat tempat pertama bagi kabar suka cita dari Surga. Susun kembali rencana dan harapan kita, persembahkanlah rencana dan harapan itu sebagai hadiah Natal kita bagi Tuhan kita, Yesus Kristus. Sehingga damai di surga dan damai di bumi akan terwujud dalam hati kita, dalam keluarga kita, dalam hidup kita, dan di dalam dunia kita di manapun kita berada. Amin.
Selamat Natal, 25 Desember 2011
&
Tahun Baru, 1 Januari 2012
Semoga menjadi berkat..
Ninies Soesilo Yang, S.Sn
Upcoming Events
Sun 19Feb |
Fri 24Feb |
Sat 25Feb |
Sat 10Mar |

