Misa All Nation
Saya tersentak kaget ketika sejam setelah saya mengikuti misa All nation di St. Patrick, saya mendapati ada missed call dari Romo Waris. Tanpa pikir panjang, saya menelepon balik. “Saya mau minta tolong”, kata Romo Waris, “Kamu bikin refleksi dari misa tadi ya”. “Biasanya kan saya yang minta. Sekarang gentian kamu yang bikin untuk saya”. Waduh… dalam hati pikir saya. Tadi Archbishop-nya ngomong tentang apa ya. Salah satu kebiasan buruk, masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Namun, kemudian saya sanggupi permintaan Romo Waris itu. Mulai dari sejak detik itulah, perjalanan saya dimulai untuk mengingat kembali dan merefleksikan apa yg didapat dari misa All Nation 28 Agustus 2011 kemarin.
Apabila menilik kembali misa All Nation lalu, misa kali ini berbeda dari misa yang biasa saya ikuti tiap Minggu. Terlihat dari percampuran dari berbagai budaya dari macam-macam Negara. Jujur saja, saya sempat tertawa kecil, tertegun, heran, kaget bahkan memincingkan mata ketika melihat prosesi misa yang kurang biasa.
Sampai ketika homily, Archbishop Denis Hart memberikan pesan tentang “One Human Family”. Pada bacaan injil, Yesus berkata pada para murid-Nya, “ Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku” (Mat 16:24) . Seringkali kita berkata dan menyatakan ingin mengikuti Yesus dengan mulut kita. Bahkan ingin orang lain juga mengakui bahwa kita adalah pengikut Kristus. Sebenernya, pantaskah kita benar-benar disebut sebagai pengikut Kristus? Sudahkah kita menyangkal diri kita sendiri? Siapkah kita turut memikul salib bersama dengan Yesus? Melihat diri saya sendiri, sangat berat bagi saya untuk menyangkal diri kita sendiri. Memberikan semua yang kita miliki, kita inginkan maupun hal-hal duniawi yang kita cari hanya demi kemuliaan-Nya. Sangat sulit rasanya mengatakan tidak pada diri sendiri, termasuk pada kesombongan dan pride. Saya masih belum mampu sampai saat ini. Berkali-kali saya jatuh dalam kesombongan dan harga diri saya. Contoh yang paling kelihatan? Ketika misa All Nation, saya menertawakan pakaian orang-orang yang aneh, bahasa yang terdengar lucu bagi saya, bahkan yang lebih parah, wajah yang menurut saya kurang pas dengan badannya.
Masuk lebih jauh lagi, Yesus memberikan pesan yang cukup jelas kepada kita sebagai umat-Nya, “Seperti Aku mencintai Engkau, kamu juga harus mencintai satu sama lain” (Yoh 13:34). Sangat jelas sekali bagaimana Bapa di surga memanggil kita sebagai anak-anak-Nya yang dikasihi dan dicintai oleh Dia. Maka dari itu, Dia meminta kita juga melakukan hal yang sama kepada saudara-saudari kita tanpa terkecuali dengan segala kerendahan hati. Melihat hal itu, saya merasa sangat malu. Apalah artinya saya berkata dengan mulut ingin mengikuti Yesus, belum mencintai sesama saja, saya sudah gagal. Saya telah menganggap diri saya sendiri lebih tinggi daripada orang-orang yang saya tertawakan. Kembali lagi saya diingatkan bahwa kesombongan dan meninggikan diri itu tidak dikehendaki-Nya jika kita mau mengikuti Kristus.
Satu hal yang saya dapat petik dari homili juga, bahwa karya Tuhan sangat besar. Dari berbagai macam negara dan budaya, hanya ada 1 kesamaan yang dapat dilihat, yaitu faith. Kepercayaan kita kepada Yesus, anak domba Allah. Sangat tidak masuk akal rasanya rasanya kalau melihat begitu banyak budaya yang ada pada di misa All Nation ini. Rasanya tidak percaya kalau pewartaan Injil sampai ke semua penjuru dunia. Hal yang tidak mungkin dilakukan hanya dengan kekuatan manusia saja. Namun, Dia menjadikan semuanya mungkin.
Dalam tema “one human family” ini juga, kita diajak sebagai sesama umat katolik dari berbagai macam budaya dan negara sebagai latar belakang, untuk saling menerima, mencintai dan melayani satu sama lain. Bahwa sesungguhnya kita adalah sama di depan mata Allah. Memiliki satu kesamaan yaitu mengakui Yesus sebagai penyelamat kita. Itulah yang menjadikan kita sebagai umat katolik, satu keluarga yang besar. Dengan kerendahan hati, semoga kita dapat melayani satu sama lain, membagi kasih dan mewartakan injil, bukan dalam 1 komunitas Indonesia saja, tetapi 1 komunitas katolik.
One Human Family
Dear God, our Father in heaven,
we thank you for the sacred
gift of the Eucharist which
unites us in a single body.
We thank you for the gift of solidarity and for the richness
and beauty found in persity.
Dear God, show mercy to those who travel in danger and lead them to a place of safety and peace.
We pray for the grace of hospitality and the courage to welcome those who come in search of refuge. Through unity and charity,
help us to attain justice and
lasting peace in the world.
Mary, Mother of Migrants and Refugees, present our prayers to your Son, our Lord Jesus Christ,
who is one with the Father and Holy Spirit, our God forever and ever.
Amen.
Upcoming Events
Sun 19Feb |
Fri 24Feb |
Sat 25Feb |
Sat 10Mar |

