Doa Syafaat

Kebanyakan dari teman-teman pasti tahu tentang doraemon kan? Versi Indonesia dari lagu opening doraemon berbunyi “Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekaliiii”.  Siapa sih yang tidak mau semua keinginannya dikabulkan? Apalagi keinginan yang mendesak dan sangat kita butuhkan?

Dalam bagian ini, kami ingin mengupas sedikit tentang doa syafaat, yang singkat kata bisa disebut doa permohonan kita bersama kepada Tuhan, baik itu untuk kepentingan komunitas (misalnya PDKKI ini), juga untuk kepentingan kita masing-masing.  Tentu saja Tuhan bukan seperti doraemon yang kasarnya “mengabulkan semua yang kita mau”. Tetapi mari kita lihat bersama apa itu doa syafaat dan pentingnya dalam hidup berkomunitas, dan bedanya dengan doa yang kita lakukan setiap hari.

Teman-teman pasti sudah familiar dengan arti doa bukan? Singkatnya doa adalah suatu bentuk komunikasi dengan Tuhan, dimana kita mengungkapkan isi hati kita, entah itu syukur, permohonan atau bahkan kekesalan, amarah, kekecewaan dll.  Menyatakan kekesalan kepada Tuhan juga suatu bentuk doa lho, asalkan setelah itu kita mau membuka hati dan berserah kepada kehendakNya. Perlu diingat juga bahwa Tuhan berbicara pada kita melalui doa.  Oleh karena itu, doa merupakan percakapan dua arah antara kita dengan Tuhan.

Lalu, apa sih bedanya doa syafaat dengan doa yang kita lakukan setiap hari? Kata “syafaat” sendiri (dalam bahasa Inggris Intercession) berasal dari bahasa Latin: inter dan cedere. Inter artinya “terlibat” atau “di antara” sedangkan cedere artinya “menyerahkan”. Jadi, doa syafaat bisa diartikan sebagai doa perantara yang diajukan untuk menggantikan posisi orang lain, termasuk mereka yang hidupnya jauh atau bahkan tidak mengenal Tuhan.  Sebagai umat Katolik, gereja pun memiliki suatu bentuk doa syafaat di dalam setiap misa kudus, yang kita kenal sebagai “Doa umat”.

Jadi, siapa yang bisa berdoa syafaat?

Semua orang bisa berdoa syafaat, seperti kita semua berdoa bersama untuk kepentingan gereja, negara kita, bahkan orang-orang yang tidak kita kenal saat doa umat setiap misa. Akan tetapi, karena pokok doa syafaat adalah mendoakan orang lain, bahkan terkadang yang tidak kita kenal, kebersihan hati menjadi salah satu syarat seorang pendoa syafaat.  Oleh karena itu, dalam pelayanan doa syafaat di PDKKI ini, kita semua yang berkumpul akan diajak untuk terlebih dahulu mengakui segala dosa dan kelemahan kita melalui bentuk-bentuk pernyataan tobat.  Kesediaan kita untuk bertobat dan mengakui segala keterbatasan kita bertujuan agar kita bisa menyembah Tuhan dengan hati yang penuh. Suatu bentuk penyembahan akan membuat kita bisa semakin peka akan bisikan Roh Kudus sendiri yang kemudian akan membantu kita dalam mengucapkan permohonan-permohonan kita: "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26).

Sedikit sharing, aku pertama diajak berdoa syafaat oleh ciciku. Pertama-tama aku pun blank tentang doa syafaat. Tetapi saat pertama kali datang, aku sungguh merasakan kuasa Roh Kudus yang mengalir dan membantu kami semua dalam berdoa.  Dalam doa syafaat ini aku bertumbuh dalam doa, kalau dulu doaku isinya cuma mohon, meminta dan “memaksa” Tuhan, sekarang aku tau akan pentingnya tobat dan berserah dalam doa. Bukan akhir dari doa itu yang penting, akan tetapi saat kita mau menyerahkan diri kita untuk dibentuk sesuai keinginanNya, itulah yang paling penting. 

Aku akui terkadang sangat sulit untuk berserah di saat kejadian yang kita alami sangat di luar logika dari yang disebut “indah”, misalnya sakit terus-terusan yang tidak kunjung sembuh, atau failed exam walau kita sudah belajar sekuat tenaga.  Tetapi itulah inti dari berdoa, terkadang di saat kita merasa Tuhan tidak memberi jawaban, sebetulnya Ia memberi jawaban, tetapi terkadang jawaban doa kita “Tidak”. Dengan mengikuti doa syafaat ini pun aku belajar betapa pentingnya iman, kerendahan hati dan kesabaran dalam doa.

Terlebih lagi, aku juga lebih belajar untuk bisa bersyukur akan setiap kasih Tuhan, ga melulu tentang hal yang besar dan luar biasa, tapi juga tentang hal-hal dan rahmat yang mungkin kecil dan tidak kita sadar pertamanya, tetapi bila diingat-ingat sungguh merupakan bagian dari rencana Tuhan yang indah.

Oleh karena itu, doa syafaat penting dalam hidup berkomunitas sebagai sarana kita untuk saling mendoakan dan menguatkan kita satu sama lain. Tuhan Yesus sendiri pernah bersabda, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:19-20).

Jadi, di dalam doa syafaat nanti, kita bersama-sama akan mendoakan kebutuhan komunitas kita, misalnya kelancaran persekutuan doa tiap minggunya, atau juga kepentingan-kepentingan kita semua, termasuk keluarga kita, atau teman-teman yang membutuhkan doa kita, seperti mendoakan teman yang sedang sakit, kelancaran exam, mendoakan teman kita yang sedang mencari pekerjaan, dsb.

Teman-teman yang mempunyai keinginan untuk didoakan, bisa ikut berdoa bersyafaat bersama-sama setiap minggunya. Selain itu, kami juga menyediakan pelayanan “Kotak doa” yang terbuka untuk umum, baik online maupun saat PD berlangsung. Teman-teman bisa memasukkan intensi yang ingin didoakan di kotak doa online atau memasukkan permohonan di kotak doa itu, untuk kemudian didoakan di doa syafaat selama beberapa waktu.

Jadi, bagi teman-teman yang tertarik untuk lebih mengenal Yesus lewat pelayanan doa, sangat diundang kehadirannya untuk ikut berdoa bersyafaat bersama.

Doa syafaat PDKKI ini diadakan setiap:
Hari: Jumat
Tempat: St. Joseph room (sebelah St. Augustine church main building)
Waktu: 7.00-8.00 pm

Sampai bertemu dan Tuhan memberkati :D

Upcoming Events

Sat 05May
PD biasa
06:00PM - 08:00PM


Sat 12May
PD Open Day
06:00PM -


Fri 18May
Doa Syafaat
07:00PM -


Sat 19May
PD Adorasi
06:00PM -